Jokowi Mengakui Banyak Belajar Mengenai Aceh dari Ulama

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo menunjukkan Kartu Indonesia Pintar Mahasiswa saat berpidato dalam kampanye terbuka di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/3/2019). (Antara Aceh/Rahmad)

Lhoksemawe, Aceh Bisnis - Calon Presiden nomor urut satu Joko Widodo mengaku banyak belajar mengenai Aceh dari para ulama di Provinsi itu.

"Saya sudah lama di Aceh hampir 3 tahun dan saya sudah banyak belajar mengenai Aceh dari para ulama di Aceh,”kata Jokowi di sela-sela kampanye terbuka calon Presiden di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Selasa (26/03/2019).

Jokowi yang didampingi didampingi Iriana Jokowi, Ketua TKN Erick Thohir serta Menteri ATR, Sofyan Djalil di sambut selawat badar saat tiba di lokasi kampanye terbuka yang di pusatkan di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe.

Saat tiba di lokasi Jokowi langsung menyalami para pendukunganya yang telah berhadir di lokasi kampanye umum calon presiden nomor urut satu di Provinsi paling ujung barat indonesia itu.

Ia juga menyatakan, dirinya memiliki komitmen tinggi untuk memajukan Provinsi Aceh sebab daerah tersebut memiliki kenangan hidup khususnya Lhokseumawe di mana dirinya pernah tinggal selama tujuh bulan di daerah itu.

“Saya memiliki pengalaman hidup yang tidak pendek, tapi lama yakni sekitar tiga tahun termasuk di Bener Meriah, sehingga berkomitmen ingin memajukan Aceh karena memang sudah semestinya,” katanya.

Untuk itu, ia berharap kepada seluruh masyarakat di Provinsi Aceh agar dapat memberikan dukungan dan pilihan kepada pasangan nomor urut satu tersebut pada 17 April 2019 mendatang.

Ulama Aceh, Abu Waled Nurzahri berharap dan mendoakan agar Jokowi mendapatkan kesempatan kembali untuk memimpin Indonesia di periode kedua.

“Alasan mayoritas ulama mendukung Jokowi-Ma'ruf karena telah mengambil Ma'ruf Amin sebagai wakil. Sebagai wujud kepedulian bapak kepada ulama,”kata dalam kesempatan tersebut.

Menurut dia, kedua pasangan calon pemimpin negara ini merupakan orang terbaik yang terpilih untuk mencalonkan diri sebagai presiden. “Tapi, hanya saja pasangan yang memiliki nilai plus sendiri yang akan dipilih rakyat,”ungkapnya.

Dalam kampanye terbuka calon Presiden nomor urut I yang dipusatkan di Hotel Lido Graha tersebut diikuti Sekber kabupaten/kota, partai pengusung, relawan dan juga alim ulama di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.(ded/ded)

Komentar

Loading...