Puluhan Hektare Areal Persawahan di Abdya Diserang HPP

Kepala Distanpan Abdya drh Nasruddin menyerahkan racun pestisida untuk membasmi hama Hama Putih Palsu di Kecamatan Kuala Batee. (Foto: AcehBisnis/Yura)

Blangpidie, Aceh Bisnis - Puluhan Hektare (Ha) areal persawahan masyarakat di Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan diserang Hama Putih Palsu (HPP). Akibatnya, petani khawatir akan serangan hama itu bisa mengancam produksi padi mereka.

"Serangan hama ulat ini sudah berlangsung beberapa hari. Kita berharap supaya segera ditanggulangi oleh pihak terkait sebelum bertambah parah,"ucap seorang petani di Kecamatan Kuala Batee, Abdullah kepada Aceh Bisnis Minggu (22/3/2019).

Menurutnya, sangat disayangkan kalau tidak ditangani serius maka tanaman padi yang sedang tumbuh subur bakalan mati.

"Tanaman padi kami sedang tumbuh subur karena sudah ditanam hampir memasuki dua bulan. Tapi sekarang sudah diserang hama, kejadian ini sangat menyedihkan kami karena akan berakibat fatal,"sebut petani itu.

Abdullah menyebutkan, petani hanya bisa melakukan penyemprotan dan melakukan pengasapan sehingga ulat atau hama hilang. Tapi belum juga efektif, "kita berharap supaya serangan tidak bertambah parah karena akan mengakibatkan petani rugi besar,"katanya lagi.

Menurut petani, ulat itu menyerang tanaman padi dengan cara mengulung daun yang subur-subur kemudian menghisapnya dan menyebabkan daun padi menjadi kering dan menguning. Akhirnya tanaman padi menjadi layu dan mati. Oleh karena itu, sebelum bertambah parah maka Distanpan Abdya harus ke lokasi melihat kejadian itu.

Camat Kuala Batee, Khairumam mengakui kalau adanya serangan hama ulat di Kuala Batee. Menurutnya, serangan hama cukup parah dan harus segera dilakukan penyemprotan massal supaya hama itu tidak bertambah parah. Menurut informasi dari dinas itu bukan ulat melainkan Hama Putih Palsu (HPP). "Dinas sudah turun dan mereka menyebutkan itu bukan ulat tapi HPP. Tapi petani sangat mengkhawatirkan karena padi sedang tumbuh subur sehingga kalau dibiarkan akan mengakibatkan padi menjadi mati,"katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) drh, Nasruddin yang dihubungi mengakui adanya serangan hama di sejumlah gampong di Kecamatan Kuala Batee. Namun serangan hama itu tidak begitu parah. Selain itu yang menyerang bukan ulat melainkan hama putih palsu (HPP).

Untuk mengatasi hal itu. Pihak Distanpan sudah menyerahkan racun dan menyemprot massal hama itu dengan tujuan supaya hama bisa hilang. "Alhamdulillah kita sudah lakukan yang terbaik. Kami sudah turun ke lokasi dan mudah-mudahan apa yang dikerjakan bisa membawa hasil positif. Artinya hama HPP harus hilang dan tanamam padi bisa tumbuh subur dan tentunya produksi padi meningkat,"kata dia.(yra/yra)

Komentar

Loading...