Pemerintah Aceh Andalkan HPJI untuk Pembangunan Infrastruktur

Foto: Acehbisnis.com

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (DPD-HPJI) Aceh agar dapat menjadi andalan untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi itu.

“Kami harus mengandalkannya HPJI untuk pembangunan infrastruktur di Aceh,”kata Nova saat membuka  Rapat Umum Daerah HPJI Aceh di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Sabtu (23/03/2019).

Saat ini, kata dia, laju perubahan zaman semakin cepat termasuk dalam pembangunan infrastruktur jalan. Perubahan infrastruktur tersebut mencakup dalam aspek desain maupun metodelogi pembangunannya. “Oleh karena itu, HPJI harus berinovasi dalam melakukan pembangunan infrastruktur khusunya untuk pembangunan jalan agar wadah tersebut tetap eksis,”ujarnya.

“Wadah seperti HPJI saya pikir tidak akan pernah berhenti berinovasi, tidak akan pernah stagnan dalam menghadirkan pengembangan jalan dan jembatan yang sesuai dengan zamannya,”terang Nova dalam kegiatan tersebut.

Selain memiliki kualitas yang baik dalam pembangunan, sebut Nova, HPJI juga harus memiliki akreditasi organisasi sesuai dengan tuntutan Undang-Undang. Sehingga eksistensi anggota dan organisasi tervalidasi.

“Inilah tantangan pengurus HPJI. Tantangan utamanya bagaimana bisa eksis dengan dejure melalui sertifikasi anggotanya maupun asosiasinnya, himpunannya. Di sisi lain eksistensi harus dijaga melalui kinerja dan profesionalitas anggota HPJI,” ujar Plt Gubernur.

Untuk menghasilkan anggota HPJI yang berkualitas dalam pembangunan jalan dan jembatan, Nova menganjurkan agar organisasi tersebut melakukan regenerasi kepemimpinan dalam kepengurusannya secara sehat.

Sementara itu,  Ketua DPP HPJI, Taufik Wijoyono mengatakan, untuk menjadikan organisasi tersebut eksis dan berkualitas, para anggotanya harus menjalankan aksi sesuai dengan visi misi organisasi tersebut.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan mendorong kompetensi dan profesionalisme anggotanya dengan mewujudkan sertifikasi. Kemudian mengadakan pendidikan dan pelatihan. Sebab  HPJI dituntut untuk menfasilitasi diskusi-diskusi teknis.

Selain itu, tambah Taufik, HPJI akan memfasilitasi aspirasi publik terhadap segala keluh kesah dari pembangunan yang dilakukan oleh anggota organisasi tersebut. “Semakin kesini, publik semakin kritis, kita lihat saja dalam sosial media dan itu menjadi tantangan kita. Dalam waktu lima menit dapat diketahui siapa kontraktornya, siapa konsultannya,” kata Taufik.

Dalam kesempatan itu, ia berharap dan yakin DPD HPJI Aceh akan terus melakukan kegiatan dan konsolidasi antar anggota. Dengan demikian, HPJI  Aceh dapat menjadi panutan bagi DPD Provinsi lain.(ded/ded)

Komentar

Loading...