Ini Kondisi 3 Orang Utan yang Dievakuasi ke Sibolangit

Orangutan.(Foto:Istimewa)

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Dalam sepekan terakhir, tim BKSDA Aceh bersama mitra terkait mengevakuasi tiga orang Utan Sumatera asal Subulussalam dan Abdya. Mereka dievakuasi ke Pusat Karantina Orang Utan yang berada di Sibolangit, Sumatera Utara setelah berkonflik dengan manusia.

Ketiga orang Utan ini diberi nama Hope, Brenda serta Pertiwi. Primata yang dilindungi ini juga diketahui mengalami sejumlah cedera pada bagian tubuhnya sehingga butuh perawatan khusus sampai saat ini, sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke alam jika memang memungkinkan.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengungkapkan, saat ini kondisi Hope jauh sangat membaik. Seperti diketahui, Hope mengalami sejumlah cedera pada bagian tubuhnya seperti patah tulang tangan, kaki dan termasuk bahu.

Bahkan, dalam tubuh Hope pun terdapat 74 butir peluru senapan angin yang diduga ditembak oleh orang yang tak bertanggung hingga kini masih dalam penanganan. Anak Hope sendiri beberapa waktu lalu mati saat dalam perjalanan evakuasi.

"Per hari ini dia sudah banyak bergerak, makan dan minum sangat stabil. Tangan kiri Hope sudah banyak digunakan kembali, hanya tinggal perawatan luka-luka yang terkena benda tajam," ujarnya Kamis (21/2/2019) malam.

Sementara itu, Brenda, anak orangutan asal Abdya yang sebelumnya ditemukan dan dievakuasi oleh seorang anggota TNI diketahui saat ini juga dalam kondisi membaik.

"Sdh tidak rewel lagi kalo malam, tidak ada demam. Tangan kiri Brenda sudah mulai mencoba digerakkan, meskipun terbatas karena kami masub pasang cast untuk mengurangi pergerakannya," kata Sapto.

Pertiwi, orang utan betina berusia 7 tahun yang baru saja dievakuasi kemarin diketahui mengalami kondisi sangat dehidrasi dan malnutrisi (kurus). Berat badan Pertiwi diketahui hanya 7 kilogram.

"Hari ini tadi kami lakukan tindakan awal untuk melihat kondisi tangan kanannya, tangan kanan Pertiwi patah dan kemungkinan juga dislokasi," ungkap Sapto.

Dirinya menduga, patah tangan yang dialami Pertiwi merupakan patahan baru. Hal ini diutarakan karena belum adanya pembengkakan pada bagian tangan orangutan muda itu.

"Kami sedang berdiskusi untuk segera melakukan penanganan operasi tulangnya. Pertiwi mau makan dan tidak terlalu takut dengan staf," tambahnya. (hfz/ded)

Komentar

Loading...