DPRA Berencana Beri Penghargaan Bagi Gampong yang Berhasil Kelola BUMDes

Foto: Istimewa

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berencana memberikan penghargaan kepada gampong-gampong (desa-desa) yang sukses mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Ibu Kota Provinsi itu.

“Penghargaan itu akan diberikan kepada gampong-gampong yang sukses mengelola Bumdesnya, sebagai upaya memicu semangat pengelola Bumdes di tingkat Gampong,”kata Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan di Banda Aceh.

Peryataan itu disampaikannya pada kegiatan Bimtek penguatan BUMG dalam rangka memajukan perekonomian gampong yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) di Banda Aceh, Selasa (19/03/2019).

“Setidaknya ada satu gampong dalam setiap kecamatan di Kota Banda Aceh yang sukses mengelola BUMDes. Karena selama ini, kita baca di media gampong yang sukses mengelola BUMDes pada umumnya berada di pulau Jawa,”ungkapnya.

Untuk itu, tambah dia, pihaknya akan berikan penghargaan kepada BUMDes yang sukses. “Mungkin ini akan saya buat dalam rangka memacu keseriusan dan semangat kepada pengurus BUMDes yang sukses,”ujarnya.

“Setidaknya dari 90 gampong di kota Banda Aceh, ada 9 gampong saja yang berhasil mengelola Bumdes,”ungkap Wakil Ketua DPR Aceh ini

Ia juga mencontohkan saat ini gampong terkaya di dunia adalah gampong atau desa Huaxi di Provinsi Jiangsu di China dan salah satunya mereka punya hotel 72 lantai yang dikelola oleh desa.

Sehingga menurut survei pada tahun 2009 mengungkap, setiap keluarga di desa ini memiliki setidaknya satu rumah dan mobil. Sedangkan aset yang dimiliki setiap keluarga bisa mencapai US$ 150 ribu atau setara Rp 1,9 miliar (kurs 1 US$ = Rp 13.333).

“Saya mau bilang kalau mereka bisa kelola hotel 72 lantai kenapa kita tidak mampu untuk mengelola warung kopi saja,”terangnya.

Menurut dia, suksesnya pengelola Bumdes sangat ditentukan oleh tokoh-tokoh gampong terutama perangkat desa seperti keuchik dan tokoh-tokoh yang visioner di gampong. “Keuchik juga harus punya visi untuk memajukan gampong serta membangun kepercayaan masyarakat, sehingga masyarakat percaya pada Bumdes milik gampong,”tambah dia.

“Karena kalau tidak ada kepercayaan masyarakat bahkan masyarakat tidak mau ikut serta maka ini akan susah terwujud,”jelasnya sambil menambahkan setiap gampong di kota Banda Aceh tentu memiliki potensi yang berbeda untuk dijadikan BUMDes.

Ia mencontohkan, gampong di wilayah pesisir akan berbeda potensinya dengan gampong yang berada di tengah kota. “Kalau pesisir mungkin cocoknya perikanan, produksi rumput laut. Kalau daerah pertanian bisa untuk pertanian atau perkebunan,”jelasnya.

“Berbeda dengan kondisi Banda Aceh yang hanya memiliki lahan sedikit, sehingga bisa dilakukan dengan cara berbisnis seperti bisnis jasa, penginapan, rumah sewa, kos-kosan, bahkan juga pendidikan dan transportasi,”pungkas Teuku Irwan Djohan.(*)

Komentar

Loading...