Anggota MPR RI : Terorisme Bisa Mengancam Keutuhan NKRI

Blangpidie, Aceh Bisnis - Anggota MPR-RI, Teuku Riefky Harsya MT mengajak seluruh masyarakat Provinsi Aceh secara tulus untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan itu disampaikan oleh Teuku Riefky Harsya saat menjadi pemateri dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diadakan LSM Inspirasi Pemuda Aceh (IPA) dengan mengangkat tema 'Bahaya Terorisme Bisa Mengancam Keutuhan NKRI', Kamis (14/3/2019) di salah satu hotel di Kabupaten Aceh Singkil.

"Pancasila sebagai ideologi bangsa, kepribadian bangsa harus diresapin dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, siapapun dia,"kata Teuku Riefky Harsya di depan seratusan peserta empat pilar kebangsaan tersebut.

Menurutnya, dengan memperingati Hari Pancasila 1 Juni, bukan saja sebagai momentum mengingat, namun untuk memacu dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila untuk semua pihak. "Mari kita amalkan warisan mulia pendiri bangsa ini, demi kemajuan bangsa dan sekaligus menjadi sumbangsih negara Indonesia kepada masyarakat dunia,"kata Wasekjend DPP Partai Demokrat ini.

Karena, katanya, tantangan yang dihadapi bangsa ke depan lebih besar dan kompleks, dan yang paling penting dicermati yaitu masalah radikalisme-terorisme seperti di Sibolga baru-baru ini sangatlah meresahkan.

"Terorisme yang di Sibolga, menjadi renungan kita bersama. Karena, sang ibu, bukan saja bunuh diri, namun dia juga membunuh aset bangsa dan generasi penerus, atas ledakan bom bunuh diri itu,"katanya.

Menurutnya, tindakan diluar akal sehat itu, dilakukan oleh sang teroris itu, akibat dia tidak memiliki dasar dan cinta terhadap tanah air. "Jika dia berfikir dan cinta tanah air, maka dia tidak nekat bunuh diri. Karena, jika ia mendidik anaknya itu, bisa saja menjadi orang hebat bahkan pemuka negeri ini,"sebut politisi asal Aceh itu.

Menurutnya, peroalan terorisme itu bisa hilang, jika seluruh pihak terlibat karena banyak yang berfikir, bahwa persoalan terorisme hanya tanggung jawab TNI-Polri. "Jadi, dalam menangani radikalisme-terorisme ini, bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, namun menjadi peran semua elemen bangsa,"cetusnya.

Untuk itu, ia berharap dengan ditetapkan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila, wajib diperingati setiap warga Indonesia sebagai bangsa yang besar. Ia menyebutkan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kuat dan terdiri dari banyak suku bangsa dan dengan keberagaman itu, jangan sampai terpecah-pecah, karena jika itu terjadi akan mengganggu kedaulatan NKRI.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa memperteguh komitmen bersama dan menerapkan empat pilar dalam kehidupan sehari-hari. "Pemerintah tidak bisa membangun apabila masyarakatnya tidak bersatu. Indonesia cukup kaya dengan keragaman, ras, agama, dengan adanya kesatuan keamanan Insyaallah terjaga, karena kebhinnekaan merupakan perekat pemersatu suku bangsa,"kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretarias LSM IPA, Ismi Amran mengapresiasi kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang rutin dilaksanakan oleh Teuku Riefky Harsya tersebut.

"Kita sangat mengapresiasi Sosialisasi Empat Pilar yang diadakan oleh Pak Riefky ini, semoga dengan adanya kegiatan ini, kita semakin cinta pada tanah air," kata Ismi Amran yang juga, Sekretaris LSM IPA tersebut.(yra/yra)

Komentar

Loading...