Tragis, 74 Butir Peluru Bersarang di Tubuh Induk Orang Utan

ilustrasi Orangutan.(Istimewa)

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Tim Seksi Konservasi Wilayah 2 Subulussalam Resort 17 Rundeng bersama WCS-IP dan OIC berusaha menyelamatkan dua orang Utan yang merupakan indukan dan anakan di kawasan Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Minggu (10/3/2019) kemarin.

Kondisi kedua orang utan ini sangat mengenaskan dan mirisnya, anakan orangutan mati dalam perjalanan karena kekurangan nutrisi saat akan dievakuasi oleh tim.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, kondisi induk orangutan diketahui kurang sehat. Apalagi, orangutan itu memiliki sejumlah luka di bagian tangan dan kakinya serta mata yang terkena peluru senapan angin.

"Salam perjalanan anak orangutan mati karena malnutrisi. Evakuasi dilakukan di kawasan perkebunan warga," ujar Sapto Selasa (12/3/2019) sore.

Orangutan ini dibawa ke pusat karantina yang ada di Sibolangit, Sumatera Utara. Anakan orang utan yang mati pun rencananya akan dikuburkan di Sibolangit.

Dari hasil pemeriksaan tim dokter hewan di Sibolangit, diketahui bahwa induk orangutan mengalami patah tulang tangan dan kaki serta jarinya. Selain itu, ditemukan sebanyak 73 butir peluru senapan angin serta luka bacok yang sudah bernanah di bagian punggung.

"BKSDA Aceh akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Balai Gakkum untuk upaya hukumnya. Kita sesalkan dan mengutuk siapapun yang melukai dan menyiksa kedua individu orangutan ini dan akan berupaya bersama penegak hukum untuk bisa mengungkap kekejaman terhadap satwa liar dilindungi ini," jelasnya.

Sapto mengaku, pihaknya juga akan menyurati Kapolda Aceh terkait masalah penertiban senapan angin di masyarakat. "Karena di Perkapolri Nomor 8 Tahun 2012 ada aturannya, itu hanya digunakan untuk olahraga dan harus ada izin," tambahnya. (hfz/ded)

Komentar

Loading...