Target 12 Juta Nasabah, Pegadaian Banda Aceh Sasar Generasi Milenial

Foto: Acehbisnis.com

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan PT Pegadaian (Persero) Banda Aceh, Damar Latri Setiawan menjelaskan, kehadiran The Gade Coffee and Gold ini sebagai upaya Pegadaian dalam meningkatkan fasilitas untuk lebih dekat dengan calon atau nasabah muda di Provinsi Aceh.

“Mayoritas nasabah kami hampir 70 persen merupakan usia produktif di bawah 45 tahun,”ujar Damar disela-sela peresmian The Gade: Coffee and Gold yang terletak di Jalan Iman Bonjol, Kampung Baru, tepatnya di samping Kantor Pegadaian Syariah Area Banda Aceh, Sabtu (9/3/2019) malam.

“Kenapa kopi dan emas, karena kopi memang sedang menjadi tren, dan kami menyuguhkan kopi yang sungguh-sungguh kopi, 100 persen produk lokal Indonesia. Sembari menyeruput kopi, bapak-ibu bisa bertransaksi emas, yakni nabung emas, beli emas, dan cicil emas di sini,”terangnya.

Selain itu, kata dia, The Gade juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah bagi kalangan milenial. “Karena kaum milenial sangat cocok untuk dunia usaha, termasuk untuk PT Pegadaian,”ungkapnya.

Untuk saat ini, sebut dia, kalangan milenial sangat berpotensi sebagai calon nasabah potensial perusahaan dalam 3-5 tahun ke depan. “Oleh karena itu, di 2019 ini Pegadaian menargetkan nasabah tumbuh 20,3% menjadi 12 juta jiwa,”ujarnya.

“Kita mengharapkan kehadiran The Gade Coffee & Gold dapat mengajak anak-anak muda yang belum menjadi nasabah, agar tidak sungkan lagi menjadi nasabah Pengadaian,”paparnya.

Sementara itu, beradpatasi dengan tren digital yang sedang berkembang dikalangan milenial, Pegadaian meluncurkan sebuah produk digital yang diber inamaPegadaian Syariah Digital Service (PDS).

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyatakan, dulu kesan pegadaian hanya dibutuhkan saat terpepet dana saja, tapi sekarang pegadaian zaman now memiliki banyak produk mulai investasi emas, usaha, dan lainnya.

“Sekarang pengadaian memiliki banyak produk mulai dari investasi emas hingga membuka cafe. Karena pegadaian sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini,”ungkap Aminullah kepada wartawan di Banda Aceh.

Ia juga mengatakan, bahwa unit usaha PT Pegadaian (Persero) yang menyasar kaum millineal ini disebutnya sebagai tempat ngopi bernuansa baru. Di sana, kata dia, pengunjung bisa ngopi sembari bertransaksi emas yang menjadi salah satu produk andalan pegadaian.

Menurut dia, kehadiran kafe tersebut sangat menguntungkan Banda Aceh. Karena dapat menambah ruang publik yang bisa dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan. “The Gade ini juga bisa menjadi alternatif tempat ngopi dengan nuansa baru di Banda Aceh,”ungkapnya.

Selain itu, tambah Wali Kota Banda Aceh ini, cafe tersebut bisa menyerap tenaga kerja sehinga berkontribusi bagi upaya menekan angka pengangguran di Ibu Kota Provinsi Aceh itu.

Kemudian menumbuhkan sektor ekonomi lain, dan via pajaknya juga akan menambah PAD kota. “Jadi kami menyambut baik dan akan mendukung sepenuhnya setiap investasi baru di Banda Aceh,”terangnya.(ded/ded).

Komentar

Loading...