Sebelum Tewas, Pelajar SUPM Ladong Sempat Chatingan dengan Ibunya

IMG-20190303-WA0032

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Raihan Alsyahri (16), pelajar SUPM Ladong, Aceh Besar asal Sumatera Utara diketahui sempat berkomunikasi dengan ibunya melalui media sosial Facebook sebelum ditemukan tewas di kawasan bukit belakang sekolahnya yang berjarak kurang lebih 300 meter, Jumat (1/3/2019) kemarin.

Hal ini diketahui dari ibu korban yakni Reni di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (2/3/2019). "Dia pernah cerita kemarin kalau ada masalah di sekolah, masalahnya sampai ke Jakarta," ujarnya.

Namun, Raihan tak menceritakan permasalahan apa yang dimaksudkan itu. "Dia tidak bilang masalah apa, itu komunikasi sekitar dua hari lalu. Dia periang dan tidak pernah mengeluh. Selama sekolah pun tidak pernah cerita masalah," ungkapnya.

Kasus kematian Raihan yang diduga akibat penganiayaan, bahkan diduga penganiayaan yang dilakukan oleh pelajar (senior) itu pun hingga kini masih dalam penanganan pihak kepolisian, yakni Sat Reskrim Polresta Banda Aceh.

Sementara, pihak Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ladong, Aceh Besar yang diwawancarai kemarin enggan berkomentar. Bahkan, salah seorang yang diduga pihak sekolah pun meminta agar kasus ini tidak diekspos terlebih dahulu.

"Jangan diekspos dulu kasus ini, kita sudah capek-capek membangun nama baik sekolah 32 tahun," kata seseorang yang diduga pihak sekolah itu yang tak diketahui identitasnya kemarin kepada salah seorang wartawan.

Seperti diketahui, Raihan ditemukan tewas dengan sejumlah luka memar di bagian kening dan kepala belakang Jumat kemarin. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh seorang penggembala domba yang sedang mengembala domba-dombanya. (hfz/ded)

Komentar

Loading...