Banda Aceh, Aceh Bisnis - Danlanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Hendro Arief mengatakan, hingga saat ini belum ada ancaman di wilayah udara Aceh. Meski begitu, pihaknya tetap akan meningkatkan pengamanan wilayah udara Aceh.

Ini diketahui berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pihaknya selama ini. "Belum ada tanda-tanda ancaman di wilayah udara kita dari hasil pantauan patroli selama ini," ujarnya Kamis (28/2/2019) kemarin saat ditemui di Lanud SIM, Aceh Besar.

Dijelaskannya, patroli yang dilakukan selama ini dilakukan bisa memberikan tekanan kepada pihak yang akan melanggar di wilayah udara Aceh. Jadi, mereka juga akan berpikir dua kali sebelum melakukan pelanggaran salah satunya masuk wilayah Aceh tanpa izin.

"Ini efektif, mereka akan berpikir kembali kalau terbang di wilayah kita tanpa izin," kata Danlanud.

Seperti diketahui, sejak beberapa hari lalu Lanud SIM kedatangan empat pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru yang bertugas untuk patroli rutin di wilayah udara dan perairan Aceh khususnya serta Indonesia pada umumnya.

"Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi atas segala kemungkinan ancaman atau gangguan terhadap Indonesia," ungkap Kolonel Pnb Hendro Arief beberapa waktu lalu.

Nantinya, masyarakat juga dapat mengunjungi Lanud SIM dalam kegiatan Sultan Iskandar Muda Open Base 2019 pada 2 hingga 3 Maret untuk melihat langsung sejumlah. Lah alutsista yang dipamerkan.

"Kita undang masyarakat untuk datang dan melihat langsung lebih dekat pesawat tempur F-16, Helikopter SA-330 Puma dan pesawat Hercules C-130," tutup Danlanud. (hfz/ded)