Pasien Cedera Kepala Sudah Bisa Ditanggani di RSUD Sigli, Tak Perlu Dirujuk Ke RSUZA

Pidie, Aceh Bisnis - Pasien trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit besar di Banda Aceh, Rumah Sakit Umum Tgk. Chik Di Tiro Sigli, Pidie telah mampu menangani penderita trauma kepala melalui bedah syaraf, termasuk penyumbatan pembuluh darah di otak (Stroke).

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pelayaan Rumah Sakit Umum Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr. Dwi Wijaya kepada Acehbisnis.com,  Senin (25/02/2019).

Ia menyatakan, sejak lima belas bulan yang lalu, RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, telah mampu menangani sejumlah pasien trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas, termasuk penyumbatan pembuluh darah di otak.

“Selama 15 bulan terakhir rumah sakit Tgk Chik Di Tiro bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito Yogyakarta, sembari menunggu sejumlah tenaga dokter yang sedang dalam pendidikan kusus spesialis syaraf,”katanya sambil menambahkan bahwa kerjasama dengan RSUP dr. Sardjito merupakan bagian dari peningkatan program pelayanan  RSU Tgk. Chik Di Toro Sigli.

Selain itu, kata dia, RSUD juga telah mampu menangani pasien penderita hidrosefalus atau penderita penumpukan cairan di bagia kepala, terutama bagi bayi dan balita. Meski kasus tersbut jarang terjadi dari 100 kelahairan hanya satu penderita. “Alhamdulillah, pihaknya telah mampu menanganinya,”ungkapnya.

Sementara itu, dr. Adhiguno spesialis bedah syaraf dari RSUP Sardjito Yogyakarta mengatakan, hampir semua pasien yang menderita trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas telah berhasil ditangani pihaknya bersama tim bedah syaraf, termasuk mengangkat penyumbatan darah di otak karena stroke.

“Syukur Alhamdulillah, selama 15 bulan ini kami hampir semua pasien trauma kepala dan stroke berhasil ditangani,”jelasnya yang telah 15 bulan bertugas di RSU Tgk. Chik Di Tiro Sigli.

Selai itu, kata dia, pihaknya juga telah mampu menanagni pasien yang selama ini diduga menderita ayan, ternayat menderita tumor otak, dengan keluhan kejang-kejang dan telah mampu di diagnosa dan ditangani melalui bedah sayaraf.

“Paradigma penyakit ayan yang sama ini sulit ditangani, ternyata setelah di diagnosa dengan seksama, menderita tumor otak dan telah mampu ditangani melalui bedah syaraf,” sebutnya.

Ia mengakui, banyak keberhasilan yang selama ditangani melalui bedah sayaraf, setelah RSU Tgk. Chik Di Tiro Sigli, telah memiliki perlatan medis yang lengkap, terutama alat CT Scan ( Computed Tomography Scanner ) yang telah memadai.(raj/ded)

Komentar

Loading...