Dyah Erti: Perempuan Pondasi Bagun Ekonomi Keluarga

Foto: Acehbisnis.com

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Di masa perjuangan Islam, banyak sahabat Rasulullah berlatar belakang pedagang dan saudagar sukses. Dukungan finansial dari para saudagar inilah yang dijadikan sebagai bekal perjuangan mensyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati disela-sela membuka Talk Show Ekonomi Syari'ah di salah satu hotel di Banda Aceh, Sabtu (23/2/2019). Dalam kegiatan itu juga dilakukan pelantikan Asosiasi Muslimah Pengusaha (ALISA) Khadijah ICMI Aceh.

“Para sahabat Rasulullah kebanyakan berlatar pedagang. Bahkan Siti Khadijah istri Rasulullah adalah seorang saudagar sukses yang sangat terkenal. Dari aktivitas inilah, dukungan finansial bagi syiar-syiar Islam menjadi lebih kuat. Makanya Rasulullah menekankan para umatnya tentang pentingnya fondasi ekonomi bagi keluarga,”kata Dyah Erti.

Tauladan dari Siti Khadijah telah menjelaskan, bahwa menjadi saudagar dalam Islam bukan semata-mata monopol kaum pria, Siti Khadijah membuktikan kalau perempuan Islam juga punya kemampuan untuk menjadi pengusaha.

Untuk itu, kata dia, sangatlah tepat kalau asosiasi pengusaha muslimah ICMI menggunakan ‘Khadijah’ sebagai nama organisasinya. Kit semua tentu bercita-cita agar organisasi ini mampu melahirkan Khadijah-Khadijah di ngeri kita, khususnya di Aceh ini.

“Kalau perempuan Aceh bisa diberdayakan untuk bisa menjadi pengusaha, niscaya ekonomi daerah kita akan bangkit, sehingga angka kemiskinan dapat kita tekan ke titik yang lebih rendah,”ungkap Dyah Erti.

Dikatakannya, peluang untuk mencetak Khadijah baru sangat terbuka, sebab secara historis, perempuan Aceh adalah perempuan pejuang dan mandiri seperti Cut Nyak Dhien, Cut Meutia dan sejumlah pahlawan Aceh lainnya.

“Secara kodrat, perempuan juga punya keunggulan dibanding kaum laki-laki dalam mengelola bisnis, di ataranya, perempuan lebih mudah membangun jaringan, karena secara umum tipikal pergaulan perempuan lebih luwes ketimbang laki-laki. Tidak heran jika usaha yang dikelola perempuan umumnya lebih cepat dikenal masyarakat luas ketimbang usaha yang dikelola laki-laki,”paparnya.

Dalam hal melihat peluang usaha, jelas dia, perempuan juga lebih kreatif dan lebih jeli. Terkadang hal yang tak terpikirkan oleh laki-laki karena dianggap bisnis sepele, justru bisa mendatangkan keuntungan bila ditangani oleh kaum perempuan.

Lebih lanjut, Dyah Erti menambahkan, sifat perempuan yang lebih telatenan dan rapi dalam berbisnis juga lebih unggul dibanding laki-laki. Selain itu, perempuan juga tidak mudah putus asa ketika mengalami tekanan.

“Hal ini dapat dibuktikan saat perempuan di PHK dari pekerjaannya, biasanya mereka cepat bangkit  dengan mengesampingkan gengsinya untuk memulai usaha baru dari bawah,”ungkap Dosen Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Unsyiah ini.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Alisa Khadijah ICMI Pusat Ina Marlina mengatakan, untuk memajukan suatu usaha dibutuhkan kemampuan untuk menilai diri dan mampu menjaga kepercayaan.(ded/ded)

Komentar

Loading...