Laksanakan Inpres Nomor 6 Tahun 2018, Ini Kata Kepala BNNP Aceh

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Sebagaimana diketahui, kejahatan narkotika merupakan kejahatan yang terorganisir dan sulit diberantas. Ancaman kejahatan narkotika di Indonesia merupakan bentuk kejahatan yang bersifat laten, dinamis dan berdimensi transnasional sehingga menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia kedepan.

Terlebih, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat terbuka dengan luas wilayah darat mencapai 1.922.570 kilometer² dan berpenduduk lebih dari 263 juta. Indonesia juga memiliki pantai terpanjang kedua di dunia dengan luas 99 ribu kilometer. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat rentan sebagai sasaran peredaran gelap narkotika.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser mengatakan, dari hasil survey yang dilakukan bersama Puslitkes Universitas Indonesia, tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 mencapai 1,77 persen atau lebih dari 3,9 juta jiwa masyarakat Indonesia mulai usia 10 hingga 59 tahun.

"Kondisi geografis Indonesia mengakibatkan penyalahgunaan dan aksi penyeludupan narkotika semakin masif sehingga menjadikan Indonesia dalam kondisi darurat narkotika," ujarnya di Kantor BNNP Aceh, Banda Aceh, Rabu (13/2/2019).

Ia menjelaskan, BNN pun dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi serta meminimalisir pertumbuhan dan perkembangan segala bentuk ancaman kejahatan narkotika dalam rangka mencegah membludaknya angka penyalahgunaan narkotika yang merusak bangsa Indonesia.

"Sebagaimana mandat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, BNN sebagai Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) diberi kewenangan dan tugas untuk mencegah dan memberantas penyalahguna dan peredygelap narkotika serta menjadi leading sector dalam penanganan masalah narkotika," jelasnya.

Faisal mengaku, penanganan masalah narkotika yang dilakukan selama ini belum mampu menekan angka aktivitas kejahatan narkotika secara signifikan. Penyelundupan narkotika dari luar negeri terus masuk ke Indonesia hingga ke masalah penyalahgunaan yang menyerang para anak remaja.

"Kejahatan narkotika memiliki kekuatan yang tidak mudah dimusnahkan. Oleh karenanya, perlu upaya penanganan semakin intensif dan masif. Untuk itu, telah diterbitkan Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (Inpres RAN P4GN) Tahun 2018-2019," jelasnya.

Dirinya berharap agar dengan adanya Inpres ini semakin menguatkan jalinan sinergitas dan kebersamaan seluruh elemen dalam menghadap ancaman narkotika. Pihak BNNP Aceh sendiri pun mengaku sangat siap melaksanakan Inpres ini. (hfz/ded)

Komentar

Loading...