Elpiji 3 Kg di Abdya Mulai Langka

ilustrasi gas 3 kg (Acehbisnis)

Blangpidie, Aceh Bisnis - Elpiji 3 Kg di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam sepekan terakhir ini dilaporkan mulai langka kembali. Langkanya elpiji melon itu diduga karena adanya permainan pihak pangkalan.

Buktinya, di Kecamatan Blangpidie, Manggeng sudah nampak kembali adanya pengecer gas tersebut. Padahal sebelumnya sudah tidak ada lagi sejak ditertibkan oleh pemerintah daerah. "Sekarang sudah ada pihak pengecer gas dengan menjualnya diatas HET yakni mencapai Rp30.000/tabung,"ucap Amri, seorang warga di Kecamatan Blangpidie Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, padahal HET sebesar Rp22.500/tabung. Tetapi pihak pedagang ilegal berani menjualnya melambung tinggi hingga sampai Rp30.000. Bahkan para pangkalan sendiri juga menjual elpiji diatas HET berkisar Rp23.000/tabung, seharusnya Rp22.500.

"Memang tidak seberapa tetapi itu sudah diatas HET harga gas itu. Ini juga harus ditertibkan,"katanya.

Mereka para pangkalan berdalih tidak ada uang receh sehingga harus menjual Rp23.000. Artinya ada uang sisa sebesar Rp500 tidak dikembalikan oleh pihak pangkalan gas.

Anehnya lagi kata Amri, padahal gas semalam masuk ke pangkalan tetapi keesokannya pihak pangkalan mengaku gas sudah habis sejak semalam.

"Masyarakat sudah mencari kemana-mana gas tetap sulit didapatkan. Saat ini gas tiga kilo sudah mulai langka dan di pangkalan sudah tidak ada, entah kemana gas itu dijual,"tanya warga Kecamatan Manggeng, Adi Rabu (13/2/2019).

Kedua warga meminta kepada pihak pemerintah daerah setempat melalui dinas terkait supaya melakukan penertiban kembali seperti diadakan beberapa waktu yang lalu. Pasalnya, saat itu gas sangat lancar dan mudah didapatkan. Bahkan stok gas tersedia selalu.

Julinardi, anggota DPRK Kabupaten Aceh Barat Daya Rabu (13/2/2019) mengakui adanya kelangkan gas elpiji. "Saya dapat informasi dari masyarakat katanya gas saat ini sangat sulit diperoleh terutama di kawasan Blangpidie. Oleh karena itu masalah ini harus kembali ditanggulangi bersama,"kata Julinardi.

Politisi Partai Hanura Abdya itu berharap kepada Pemkab Abdya supaya kembali membentuk tim untuk mengusut masalah kelangkan gas subsidi di sejumlah kecamatan. Pasalnya, masyarakat miskin khususnya sangat susah kalau gas putus.(yura/ded)

Komentar

Loading...