Sektor Barang Konsumsi Jadi Pendorong, IHSG Dibuka Menguat ke 6.508,55

Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com

Jakarta, Aceh Bisnis - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan Selasa ini. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.097.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (12/2/2019), IHSG naik 8,04 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.503,05. Penguatan IHSG berlanjut pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 15,85 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.508,55.

Indeks saham LQ45 naik 0,14 persen ke posisi 1.022,18. Sebagian besar indeks saham acuan berada di zona hijau. Sebanyak 132 saham menguat dan mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Selain itu 40 saham melemah dan 108 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.513,10 dan terendah 6.502,15.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 13.352 kali dengan volume perdagangan 777,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 295 miliar.

Investor asing jual saham Rp 10,13 miliar di total pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.097.

Adapun sektor saham barang konsumsi naik 0,48 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan naik 0,30 persen dan sektor saham manufaktur naik 0,27 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham SDMU sebesar 13,11 persen ke posisi 70 per saham, saham DWGL melonjak 11,11 persen ke posisi 140 per saham, dan saham MYTX menguat 8,79 persen ke posisi 99 per saham.

Sementara itu, saham MMLP melemah 5,86 persen ke posisi 450 per saham, saham CTTH susut 3,51 persen ke posisi 110 per saham. Saham PTSN melemah 3,30 persen ke level Rp 1.616.

Prediksi Analis

Analis PT Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan, pergerakan indeks masih akan dipengaruhi sentimen global terutama kesepakatan antara China dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan dari domestik, ia mengungkapkan indeks masih sepi katalis positif untuk melaju ke zona hijau.

"Dari dalam negeri masih minim sentimen yang bisa mempengaruhi pergerakan. Secara teknikal pergerakan IHSG berpotensi membentuk double top yang mengindikasikan akan terjadi pembalikan arah tren jangka menengah," ungkapnya saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (12/2/2019).

Adapun pada hari ini ia memproyeksikan IHSG akan terkoreksi di kisaran 6.481-6.549.

Senada, Head of PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan menjelaskan, indeks secara teknikal memang diasosiakan dengan tren pelemahan. Oleh sebab itu, IHSG diramalkan berpeluang menuju ke area support di rentang 6.467-6.549.

Komentar

Loading...