Muara Pelabuhan Lampulo Semakin Dangkal

acehbisnis.comKapal nelayan Kandas

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Sebagai pintu masuk dan keluarnya kapal nelayan setempat, kawasan Muara Pelabuhan Lampulo semakin dangkal sehingga kapal nelayan kerap kandas di hendak beraktivitas baik saat berangkat melaut atau pun kembali ke pelabuhan.

Menurut Anggota Panglima Laot Wilayah Krueng Aceh Bagian Hukum Nelayan, Firman, kondisi dangkalnya muara ini terjadi sudah sejak lama, bahkan sejak dibangunnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo yang baru.

Saat air laut sedang pasang ataupun surut, tempat parkir kapal nelayan akan kesulitan untuk berlabuh. Hal ini juga membuat para nelayan harus menunggu air laut pasang terlebih dahulu baru kemudian bisa melaut.

"Kondisi ini sangat merugikan kami, para nelayan juga mengeluh, tidak ada yang dikeruk, jadi boat nelayan susah lewat," ujarnya Rabu (6/2/2019) kemarin saat dikonfirmasi.

Kedalaman muara Pelabuhan Lampulo saat ini diperkirakan hanya sekitar dua meter dan akan bertambah menjadi empat meter jika air laut pasang. Akan tetapi, hal itu juga masih tetap menyusahkan kapal setempat yang tergolong besar yang akan keluar masuk seperti kapal ukuran 25 GT hingga 80 GT.

"Sekitar dua minggu lalu muara pelabuhan ini sempat dikeruk Dinas Perikanan. Tapi, pengerukannya bukan pada jalur keluar masuk kapal nelayan, karena itu mereka rasakan belum ada perubahan. Sama saja jadinya, masih susah juga untuk dilewati, kami tidak tau mana yang dikeruk," jelasnya.

Pihaknya pun sudah pernah menyurati instansi terkait untuk meminta dilakukan pengerukan pada muara pelabuhan ini. Namun, hingga hari ini mereka merasakan tidak pernah dilaksanakan serius.

Selama ini, kapal nelayan di Lampulo setiap harinya harus mengantre saat hendak keluar masuk ke kawasan pelabuhan yang salah merupakan salah satu pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tersibuk di Aceh.

"Ada sekitar 200 lebih kapal nelayan ukuran besar disini, maka dari itu kami sudah sampaikan ke dinas terkait untuk dikeruk kedalamannya tapi belum ditanggapi," jelas Firman.

Tak hanya itu, menurutnya kondisi penerangan di kawasan setempat juga sudah mulai rusak bahkan banyak yang padam. "Banyak lampu sudah mati, itu menyulitkan kami nelayan saat bongkar muat dimalam hari," tutupnya.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...