BPBA Keluarkan Buku Saku Berisi Tips Bencana

Foto: Istimewa

Banda Aceh - Badan penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) kembali melakukan gebrakan baru dengan mengeluarkan buku saku yang berisikan tips-tips paling aman untuk menyelamatkan diri dari bencana seperti gempa bumi dan tsunami dan bagaimana melakukan penyelatan mandiri dengan segitiga kehidupan dan tips menghadapi likuifaksi.

Kepala BPBA, Ahmad Dadek mengatakan, buku saku ini dibuat sebagai panduan untuk membantu masyarakat membuat perencanaan manajemen risiko bencana dan dapat mengurangi dampak dari bencana alam.

"Buku saku ini juga bertujuan guna terapainya misi BPBA dalam mitigasi bencana pada provinsi Aceh yang sangat rawan terhadap bencana khususunya gempa dan tsunami," ujarnya Kamis (7/2/2019).

Dijelaskan, gempa bumi berkekuatan 9,2 skala rikter dan tsunami yang pernah melanda Aceh tahun 2004 silam sangat traumatis bagi masyarakat Aceh tersendiri karena menimbulkan begitu banyak korban meskipun pada saat gempa terjadi tidak banyak bangunan yang runtuh, karena bangunan di Aceh ternyata tergolong bangunan yang bagus kontruksinya berbeda pada gempa yang pernah terjadi di daerah lain di indonesia seperti di Yogyakarta tahun 2006 lalu.

"Akan tetapi banyaknya korban meninggal dan hilang pada tsunami diakibatkan karena ketidaktahuan akan situasi yang sedang terjadi pada saat itu yang telah terjadi gempa besar, kebakaran juga sempat terjadi setelah gempa dan likuifaksi juga terjadi tetap dalam skala kecil," ungkap Dadek.

Oleh Karena itu, BPBA menggangap perlu untuk memberikan pedoman ringkas dalam bentuk buku saku kepada masyarakat Aceh untuk menciptakan sikap yang selalu siaga akan bencana untuk menguranggi resiko bencana yang mungkin saja terjadi dimasa yang akan datang.

Pihaknya pun sangat serius untuk terus melakukan upaya mitigasi bencana yang baik di Aceh dengan berbagai terobosan ide cemerlangnya yang salah satunya buku saku ini yang ditulis sendiri oleh Ahmad Dadek bersama beberapa rekan di BPBA di tengah-tengah kesibukannya dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Buku ini dicetak untuk dibagikan kepada warga secara gratis dan softcopy juga akan kita bagikan di beberapa link dan situs resmi Pemerintah Aceh agar bisa dishare dan didapatkan dengan mudah oleh masyarakat," katanya.

Dirinya juga berharap agar buku saku ini dapat menjadi pedoman dalam melakukan upaya keselamatan karena pengetahuan sangat berkorelasi dengan keselamatan saat bencana.

"Karena sekali kita lagi mengingat bahwa Aceh memiliki potensi gempa dan tsunami yang sangat besar sehingga kesadaran masyarakat Aceh perlu ditingkatkan terus menerus," tambah Dadek.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...