Daerah Rawan Bencana, Warga Aceh Butuh Peran BMKG Beri Informasi Awal Bencana

Banjir landa Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot.(Foto:Acehbisnis.com/Yura)

Banda Aceh, Aceh Bisnis -  Aceh sebagai daerah yang rawan dengan bencana sangat membutuhkan peran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memberikan informasi awal kejadian bencana.

Hal itu diungkapkan Asisten III Sekretariat Daerah  Aceh, Kamruddin Andalah disela-sela rapat bersama BMKG Pusat di ruang rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Rabu (30/1/2019).

Ia menyatakan, masyarakat Aceh dan Pemerintah sangat berkepentingan besar dengan BMKG, karena letak geografis Aceh yang dihimpit dua samudra serta berada dalam zona merah kebencanaan. “Segala bentuk kebencanaan ada di Aceh, longsor, tsunami, gempa, banjir dan kebakaran hutan,”katanya.

Menurut dia, penyebar luasan informasi awal kebencanaan sangat dibutuhkan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat.

Aceh, kata Kamaruddin, dalam upaya penanggulangan bencana memiliki tim terpadu yang siap mengantisipasi ketika masyarakat diterpa bencana. Tim tersebut meliputi pemerintah, TNI, Polri dan unsur lainnya.

“Kami sangat mengharapkan bimbingan tentang langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan masyarakat dalam menghadapi bencana,”papar Kamaruddin.

Selain itu, Ia berharap agar Aceh dapat menjadi salah satu provinsi yang diprioritaskan oleh BMKG dalam layanan pemberian informasi awal bencana.

Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebutkan, pihaknya akan terus meningkatkan kerjasama kebencanaan dengan memanfaatkan jejaring pentahelix (instansi pemerintah, akademisi, sektor bisnis, komunitas dan filantropi).

Hal ini dilakukan agar penyampaian informasi peringatan dini bisa semakin cepat, luas dan tepat sasaran, apalagi pada saat adanya peningkatan kondisi ekstrim alam yang menimbulkan anomali-anomali seperti yang terjadi di Lombok, Palu dan Selat Sunda.

“BMKG tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergis yang semakin kuat antar lembaga karena tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga walaupun berbeda, namun ada saatnya akan saling berhubungan, seperti kerjasama antara BMKG dan Badan Geologi atau PVMBG pada saat tsunami Palu dan Selat Sunda,”jelas Dwikorita

Seluruh stasiun BMKG saat ini, kata dia, sedang bergerak cepat memperkuat jaringan tersebut, mulai dari Sabang sampai Merauke. “Semua staf BMKG memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak dan juga semakin meningkatkan edukasi dan mitigasi kebencanaan untuk menyebarluaskan budaya waspada bencana dan evakuasi mandiri,”jelasnya.

Di Aceh, kata Dwikorita, BMKG memiliki 7 kantor representatif yang tersebar di seluruh wilayah Aceh untuk melayani informasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika secara komprehensif.

“Kami berharap, Pemerintah Daerah dan masyarakat Aceh dapat memanfaatkan potensi yang ada pada BMKG wilayah Aceh semaksimal mungkin. Pemberian informasi, mitigasi serta kerjasama terkait MKG akan terus kami tingkatkan dengan harapan agar publik semakin siap untuk menghadapi segala potensi bencana yang ada di Indonesia,”pungkas Dwikorita.(ded/ded)

Komentar

Loading...