Wali Kota Jejaki Kerjasama dengan Nergeri Selangor Bidang Pariwisata

Wisata pantai Lampuuk, Aceh Besar.(Foto: Acehbisnis.com)

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh membahas kemungkinan kerjasama di sektor Pariwisata dan sektor lainnya dengan Nergeri Selangor, Malaysia.

“Kami akan membantu mempermudah perizinan bagi investor yang ingin berinvestasi di Banda aceh, baik investasi di perhotelan, mall, pendidikan, kesehatan maupun sektor jasa lainnya,”kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam pertemuan di Balai Kota, Selasa (29/1/2019).

Dalam pertemuan itu, rombongan pihak Selangor dipimpin oleh Ketua Pegawai Eksekutif Perbadanan Adat Melayu dan Warisan Negeri Selangor, Dato’ Paiman Bin Keromo.

Ia menyatakan, pihaknya sedang gencar gencarnya menggenjot sektor wisata. “Banyak destinasi wisata menarik, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Kapal Apung dan destinasi menarik lainnya,”terangnya.

“Selain itu juga ada wisata ziarah, makam Syiah Kuala dan makam Sultan Iskandar Muda, Sultan Aceh yang memiliki hubungan baik dengan Selangor,”ungkap Aminullah.

Kemudian, kata Wali Kota, Pariwisata Banda Aceh juga didukung oleh kuliner, kebudayaan dan kesenian. Sebagai mana diketahui juga, Aceh memiliki masakan khas seperti kuah belanga serta aneka makanan khas lainnya.

Di bidang kesenian, tambah dia, ada tari Rapai Geleng, tari Saman dan kesenian tradisional lainnya yang sudah mendunia juga menjadi daya tarik wisatawan.

Untuk itu, Aminullah berharap dengan ada pertemuan ini akan menjadi awal yang bagus dalam rangka membangun kerja sama serta memperkuat ukhuwah antara masyarakat Banda Aceh dan Kerajaan Selangor.

Sementara itu, Dato’ Paiman Bin Keromo mengatakan, Aceh dan Selangor telah memiliki hubungan sejak tahun 1600-an. Aceh dan Selangor pernah saling membantu saat melawan penjajah. Sultan Iskandar Muda pernah membantu meriam saat Selangor berperang melawan Belanda.

Sebaliknya, kata dia, Raja Selangor juga pernah mengirimkan bantuan putra terbaik, Raja Muda Nala ke Aceh untuk membantu Aceh berperang melawan penjajahan Portugis. Sekitar tahun 1795, Raja Muda dari Negeri Jiran tersebut mangkat di bumi Aceh dan dimakamkan di Aceh.

Dalam kesempatan ini, Dato’ Paiman juga memuji pembangunan Banda Aceh dan Aceh yang begitu pesat pasca musibah gempa dan tsunami. “Saya lihat pembangunannya pesat sekali. Kemudian juga kulinernya enak sekali. Kemarin Saya sempat mencicipi kuah belanga saat peresmian Masjid H Keuchil Leumik,”pungkasnya.(ded/ded)

Komentar

Loading...