Timses Prabowo: Banyak Milenial Jomblo Karena Kondisi Ekonomi

Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) memberikan pidato usai mengambil nomor urut peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan nomor urut 02. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta, Aceh Bisnis - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Gamal Albinsaid mengatakan, salah satu masalah utama yang dihadapi para milenial adalah minimnya lapangan kerja dan mahalnya biaya kesehatan.

Gamal menilai, banyaknya anak muda yang berstatus lajang alias jomblo karena kondisi ekonomi yang kini semakin sulit.

"Kami melihat bahwa siapa pun yang ingin memimpin Indonesia itu pantas dan berhak jika memang mau memastikan bahwa generasi kita dan setelah kita mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran," kata Gamal di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Gamal mengatakan, keterlibatan milenial dalam suksesi demokrasi adalah sebuah keharusan.

Menurut dia, selama ini milenial bukan murni apatis. Mereka hanya sibuk dan merasa tidak akan ada pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan bila berkecimpung di politik.

Dengan latar belakang itu, Gamal memastikan bahwa Prabowo-Sandi punya keberpihakan besar kepada generasi milenial. Komitmen itu ditunjukkan melalui sejumlah program kerja yang disiapkan secara khusus bagi milenial.

"Anak-anak muda tidak boleh Golput di pemilu 17 April nanti. Suara anak-anak muda akan menentukan masa depan Indonesia," imbuh dokter muda itu.

Sandiaga Uno Wajah Baru

Sementara itu, Juru Bicara Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Rizki Emirdhani Utama mengatakan, komitmen paslon nomor urut 02 melibatkan anak-anak muda sebagai subjek pembangunan bukan sebatas wacana belaka.

Menurut dia, langkah Prabowo menunjuk Sandiaga Uno sebagai wakil adalah salah satu wujud nyata keberpihakan itu.

"Bang Sandi adalah wajah baru, komiten bahwa Prabowo-Sandi berpihak kepada milenial. Dalam debat pertama, Bang Sandi selalu menggaungkan bagimana anak muda bergerak membuka lapangan pekerjaan," kata dia.

"Di Indonesia ini masih sangat sulit membuka usaha untuk milenial. Beliau juga berkomitmen memberikan kepastian hukum untuk membuka lapangan pekerjaan," kata Emir.

Komentar

Loading...