Tidak Ada Bus Sekolah, Siswa Babahrot Abdya Terlambat Ke Sekolah

acehbisnis.coPelajar

Blangpidie, Aceh Bisnis - Puluhan siswa di Dusun Lubok Paku Gampong Ie Mirah Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan sering terlambat ke sekolah karena alat transportasi jenis bus sekolah tidak masuk dalam kawasan itu. Akibatnya, para siswa harus berjalan kaki ke sekolah hingga mereka terlambat.

"Ya benar, banyak anak-anak sekolah sering terlambat karena tidak ada bus sekolah,"kata Hasbi, seorang warga Babahrot kepada wartawan Senin (28/1/2019).

Menurutnya, apapun cerita demi membantu para siswa supaya tidak selalu terlambat ke sekolah pihak Pemkab Abdya dalam hal ini Dinas Perhubungan harus mengerahkan bus sekolah atau alat transportasi lainnya ke kawasan itu. "Itu penting dilakukan ini menyangkut mutu pendidikan Abdya,"sebut dia.

Kepala Dinas Perhubungan Abdya Rahwadi,ST Senin (28/1/2019) kepada wartawan mengakui, adanya para siswa di Ie Mirah Kecamatan Babahrot sering terlambat ke sekolah karena tidak ada bus sehingga siswa berjalan kaki.

"Armada kurang, makanya tidak ada yang masuk ke Dusun Lubok Paku tersebut, kalau bus sekolah masuk ke wilayah itu, tentu banyak lagi siswa yang akan terlambat,"katanya.

Disebutkan Rahwadi, tak hanya dalam kecamatan Babahrot yang kekurangan armada sekolah, namun di kecamatan lain seperti Kecamatan Tangan-Tangan, Jeumpa dan Manggeng juga kekurangan armada angkutan anak sekolah.

Menurut Rahwadi, saat ini Dinas Perhubungan memang masih kurang bus untuk melayani seluruh kecamatan di Abdya. Namun demikian, pihaknya terus mengupayakan pengadaan mobil baru agar bisa melayani semua pelosok yang ada anak sekolah.

Mantan Kadis PUPR itu menjelaskan, untuk Tahun 2020 mendatang, Dinas Perhubungan juga telah mengusulkan bus berbadan besar dan kecil. "Pokoknya kami akan berupaya semaksimal mungkin supaya masalah ini bisa teratasi,"kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Abdya Jauhari yang dihubungi mengakui adanya siswa sering terlambat. "Iya benar tidak ada armada yang masuk kesana, makanya ada siswa yang terlambat, tapi tidak sering karena mereka (siswa) kadang-kadang diantar oleh walinya,"sebut dia.

Menurutnya, jarak yang ditempuh antara komplek perumahan siswa di dusun tersebut dengan sekolah sekitar 6 km. "Di dusun lubok paku itu ada komplek perumahan, disitulah yang banyak siswa, sementara jarak perumahan dengan sekolah sekitar 6 km," katanya.

Kendatipun demikian, Jauhari mengakui pihaknya dari dinas akan mengupayakan mobil transportasi tersebut untuk diarahkan ke lokasi dimaksud satu unit.

Menurut Jauhari, warga dusun dimaksud sebelumnya sudah meminta dinas untuk memberikan bantuan transportasi. "Kemarin warga dusun itu kasih surat ke kita untuk meminta bantuan armada untuk angkutan anak sekolah. Inilah akan kami duduk dulu bersama Dishub,"kata dia.(yra/yra)

Komentar

Loading...