Semburan Lumpur di Aceh Utara Murni Karena Gas Dangkal

Foto: Istanjoeng/Acehbsinis.com
Banda Aceh, Aceh Bisnis - Semburan lumpur gas terjadi di Gampong Tanjong Meunye, Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara, Rabu (23/1/2019) kemarin. Semburan lumpur sepanjang 20 meter itu terjadi saat warga melakukan pengeboran sumur. Warga sekitar pun diungsikan sejak kemarin.
Kepala BPBA, Ahmad Dadek mengatakan, berdasarkan hasil laporan tim yang turun ke lokasi kejadian, semburan lumpur telah berhenti total dan disimpulkan kejadian itu murni diakibatkan oleh adanya shallow gas atau gas dangkal atau gas rawa yang ada di lokasi.
"Hasil tes material mengindikasikan tidak mengandung gas alam atau minyak bumi sebagaimana yang diduga oleh publik," ujarnya Kamis (24/172019) tadi malam.
Ia menjelaskan, tim dalam hal ini juga telah meminta serta mengimbau masyarakat setempat untuk tetap tenang dan sementara waktu tidak mendekat pada titik semburan atau tidak melewati garis polisi yang telah dipasang.
"Ini berlaku sampai dengan lokasi tersebut dinyatakan benar-benar aman yang diperkirakan lebih kurang dalam waktu 1 minggu ke depan," kata Dadek.
Sebelumnya diberitakan, tekanan semburan gas ini berasal dari resevoar gas dangkal atau biasa disebut gas rawa yang biasanya memiliki luas reservoar yang terbatas dan bukan berasal dari reservoar Arun atau South Lhoksukon yang merupakan resevoar Pertamina Hulu Energi. Semburan seperti ini biasanya akan berakhir seiring dengan waktu.
Hal seperti ini pun sering terjadi di wilayah Aceh karena banyaknya gas-gas dangkal yang terjebak di bawah tanah atau rawa dan ketika penggalian dilakukan akan terjadi semburan. "Kita imbau warga untuk mengurus izin jika melakukan pengeboran dan lainnya," kata Dadek kemarin.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...