Menyamar, Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar Tangkap Seorang Kurir

Foto: Hafiz/Acehbisnis.com

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Personel Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar menangkap seorang kurir sabu di kawasan Gampong Lamtanjung, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Selasa (22/1/2019) kemarin.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Besar mengatakan, tersangka yang ditangkap berinisial LM (28), Petani, warga Gampong Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar.

"Diamankan barang bukti satu paket sabu seberat 0,40 gram serta barang bukti lain yang digunakan untuk bertransaksi seperti handphone, motor dan sebuah topi," ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, pelaku ditangkap saat tim Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar melakukan penyamaran sebagai pembeli. "Saat ditangkap, pelaku menyembunyikan paket sabu itu dalam topi yang dikenakan," ungkapnya.

Ia pun dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal di atas lima tahun penjara. Alhasil, sejak awal Januari 2019 hingga saat ini setidaknya ada 6 kasus narkoba yang diungkap.

"Hingga kini, tim masih mengejar satu tersangka lain yang berinisial E. Kita imbau yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri untuk membantu proses hukum. Kita juga imbau masyarakat untuk jauhi dan perangi narkoba," tambah Kapolres.

Sementara, Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap mengungkapkan, tersangka LM ini dikenal dekat dengan tersangka E selaku bandar yang hingga kini masih buron itu.

"Ia mengaku pun sudah beberapa kali menjadi kurir atas suruhan E. Mereka akrab, hanya peran masing-masing yang membedakan," kata mantan Kasat Resnarkoba Polres Pidie ini.

Dari pengakuan LM, dirinya meraup keuntungan hanya senilai Rp 50 ribu untuk satu paket sabu yang diantarkan kepada pembeli. Sebenarnya, kata Kasat, tim melakukan pemesanan dalam jumlah yang lebih besar untuk menangkap tersangka.

"Namun ternyata yang dibawa cuma segitu. Kita berharap agar dapat segera menangkap bandar dan lebih banyak mengungkap kasus peredaran narkoba di Aceh Besar kedepannya," tambah Harahap.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...