BNNP Aceh: Jalur Laut Jadi Favorit Masuk Narkoba ke Aceh, Keluar Lewat Bandara

Sabu Foto: Istimewa

Banda Aceh - Provinsi Aceh merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga sehingga rawan dan sangat berpotensi akan masuknya narkoba, khususnya jenis sabu yang berasal dari luar negeri seperti China dan Myanmar bahkan Malaysia.

Jalur laut sendiri, merupakan jalur favorit bagi para penyeludup untuk memasukkan barang haram tersebut sehingga nantinya dikeluarkan lewat jalur udara yang dalam hal ini adalah Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) yang ada di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar.

Hal ini dikatakan oleh Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser melalui Kabid Berantas, Amanto usai menghadiri kegiatan apel khusus pemberian penghargaan terhadap sejumlah personel pengamanan Bandara SIM yang dilaksanakan di Lapangan Avron, Lanud SIM, Jumat (25/1/2019).

"Jadi diharapkan dengan adanya pemberian penghargaan ini kita tingkatkan dan ciptakan sinergitas untuk pemberantasan dan peredaran narkoba di Aceh," ujarnya saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, selama ini para pelaku yang tertangkap di Bandara SIM adalah pelaku yang berperan sebagai kurir-kurir kecil. Sementara para bandar besar, biasanya ditangkap di kawasan jalur laut dengan jumlah barang bukti yang diamankan pun sangat besar.

"Untuk kesulitan petugas dalam mengungkap peredaran narkoba ini adalah karena para pelaku sudah menggunakan teknologi dan peralatan yang canggih serta dukungan modal (dana) yang sudah kuat. Sehingga modal kita dalam meningkatkan dan ciptakan sinergitas ini juga harus lebih kuat, termasuk peran masyarakat yang membantu untuk memberantas narkoba di Aceh," jelasnya.

Dalam kegiatan pemberian penghargaan ini, hadir Danlanud SIM, Kolonel (Pnb) Hendro Arief, Kasat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Budi Nasuha Waruwu serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Adapun sejumlah personel yang diberikan penghargaan oleh Danlanud antara lain Pelda Andri Subagja dari Lanud SIM, Bripka Edi Purnama dari jajaran Polresta Banda Aceh dan Heru Riliansyah selaku Airport Security Chief Assistant.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...