Awan Gelap dari Negeri Sakura Bawa IHSG ke Zona Merah

Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta, Aceh Bisnis - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,24% ke level 6.452.91. Pada pukul 9:20 WIB, penguatan IHSG sudah menipis menjadi 0,01% ke level 6.467,65.

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga diperdagangkan di zona merah: indeks Shanghai turun 0,12%, indeks Hang Seng turun 0,07%, dan indeks Straits Times turun 0,15%.

Awan gelap yang datang dari Negeri Sakura membuat bursa saham regional harus berkutat di teritori negatif. Pada hari ini, ekspor Jepang periode Desember 2018 diumumkan terkontraksi sebesar 3,8% YoY, lebih buruk dari konsensus yang hanya memperkirakan kontraksi sebesar 1,9% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics. Sementara itu, impor hanya tumbuh 1,9% YoY, di bawah konsensus yang sebesar 3,7% YoY.

Rilis data tersebut semakin mengonfirmasi tekanan terhadap perekonomian Jepang. Belum lama ini, inflasi Jepang periode Desember 2018 diumumkan sebesar 0,3% YoY, jauh melambat dari capaian November yang sebesar 0,8% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics. Laju inflasi bulan Desember juga merupakan yang terlambat sejak Oktober 2017.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, tentu tekanan terhadap perekonomian Jepang akan ikut dirasakan oleh negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

Komentar

Loading...