Selundupkan Rokok Ilegal di Bireuen, Dua Pelaku Dilumpuhkan Timah Panas

acehbisnis.compelaku penyuludupan rokok dan teh hijau ilegal di bekuk satuan polres Bireun.

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Dua pelaku penyelundupan rokok dan teh hijau ilegal terpaksa dilumpuhkan polisi menggunakan timah panas karena menyerang petugas saat akan ditangkap di kawasan Gampong Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Minggu (20/172019) malam.

Kedua tersangka yang dilumpuhkan itu berinisial SY (46) dan CNL (39) yang merupakan pasangan suami istri. Keduanya tertembak di depan rumah saat polisi akan menangkap mereka.

Tersangka CNL sempat menyerang salah satu petugas menggunakan parang hingga menyebabkan luka di bagian bahu kanan. Sementara tersangka SY, dilumpuhkan usai bergumul dengan petugas karena berusaha merebut senjata api.

Keduanya pun kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Fauziah Bireuen untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut informasi, mereka menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru di bagian paha kanan dan betis kanan.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan, kasus ini merupakan hasil pengembangan pihaknya yang mengungkap sindikat penyeludupan rokok merek Luffman dan teh hijau ilegal di kawasan Gampong Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Dalam penangkapan awal, Sat Reskrim Polres Bireuen mengamankan 19.500 bungkus rokok ilegal, 7 bungkus teh hijau, sejumlah uang tunai senilai Rp 8,2 juta, sebuah dompet dan ATM, sebuah handphone serta satu unit mobil box Suzuki Carry yang digunakan untuk mengangkut kedua barang itu.

"Atas informasi masyarakat, kita tangkap tersangka pertama yakni ZF (44), warga Gampong Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa. Ditangkap saat sedang memuat barang ilegal itu ke mobil. Kita geledah, barang bukti lain juga ditemukan di dalam kamarnya," ungkapnya Senin (21/1/2019).

Setelah melakukan pengembangan, polisi akhirnya mengetahui tersangka lainnya yang ikut berperan sebagai pengendali ZF dalam kegiatan ilegal ini. "Kita amankan dua tersangka lainnya dan terpaksa harus dilumpuhkan karena menyerang petugas menggunakan parang dan merebut senjata," katanya.

Hingga kini, tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Bireuen untuk menjalani proses lebih lanjut. Sementara dua tersangka pasutri itu masih menjalani pengobatan di rumah sakit.

"Para tersangka dijerat Pasal 54 dan Pasal 56 UU RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai," tambah Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama. (hfz/ded)

Komentar

Loading...