Polres Bireuen Amankan 4 Penambang dan 4 Pengecer Minyak Ilegal

Foto: Istimewa
Banda Aceh, Aceh Bisnis - Unit Tipidter dan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bireuen yang dipimpin KBO Sat Reskrim, Ipda Syafaruddin mengamankan empat pelaku penambangan ilegal yang ada di kawasan Peunulot Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Kamis (10/1/2019) kemarin.
Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan, keempat pelaku yang diamankan yakni MR (30), AI (38) dan JM (35) yang merupakan warga Bireuen serta JA (34), warga Aceh Utara.
"Penangkapan dilakukan atas informasi masyarakat yang mengatakan adanya kegiatan penambangan ilegal di lokasi yang dimaksud. Saat diinterogasi, keempat orang ini mengaku bekerja di pertambangan yang tidak memiliki izin ini," ujarnya Jumat (11/1/2019).
Selain empat pekerja, polisi juga mengamankan satu unit beko di lokasi penambangan tersebut. "Saat ini masih kita amankan untuk diproses lanjut. Mereka terancam Pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba," katanya.
*Isi Bensin Untuk Diecerkan Kembali
Sementara itu, di kawasan Jalan Lintas Medan-Banda Aceh tepatnya di Gampong Bugeng, Kecamatan Peulimbang, Bireuen, tim yang sama juga menangkap para pengecer minyak ilegal, Rabu (9/1/2019) kemarin.
Keempat orang yang diamankan yakni SY (23), MM (25) serta dua orang PNS di salah satu instansi yang berinisial MN (56) dan MK (42). Mereka juga diketahui merupakan warga Bireuen.
"Mereka diketahui mengisi sekaligus mengangkut BBM jenis Premium di dalam mobil yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan tangki di salah satu SPBU yang ada di kecamatan Peudada," ungkapnya.
Saat diberhentikan petugas, para pengangkut minyak ini mengaku bahwa bensin itu nantinya akan diecerkan kembali ke kios-kios pengecer. Namun, kegiatan ini pun diakui ilegal tanpa ada izin dari pemerintah.
Polisi langsung mengamankan keempat pelaku dengan barang bukti satu unit mobil Daihatsu Feroza yang sudah dimodifikasi mengenakan tangki yang berisi 80 liter premium dan satu unit mobil Daihatsu Grandmax bertangki yang berisi 100 liter bensin.
"Selain itu juga diamankan dua mobil Daihatsu Feroza bertangki yang masing-masing berisi 100 liter dan 50 liter bensin. Mereka diduga melanggar Pasal 53 huruf C dan D UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas," pungkasnya.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...