Banda Aceh Target PAD 273 Milyar 2019

detik.comUang

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2019 sebesar 273 milyar. Angka tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan target PAD tahun 2018 yakni sebesar 257 milyar.

“Kita optimis target PAD sebesar 273 milyar akan tercapai di tahun ini, karena masih banyak potensi yang belum dikelola optimal di tahun sebelumnya,”kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, Purnama Karya kepada wartawan, Jum’at (11/01/2019) di Banda Aceh.

Ia juga menyatakan, bahwa peningkatan target tersebut dilakukan Pemko Banda Aceh,  karena ada sejumlah potensi baru dari PAD yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Dikatakannya, ada sejumlah potensi penambahan PAD di tahun ini seperti Biaya Peralihan Atas Tanah dan Bangunan (BPATB), untuk setiap transaksi jual beli dikenakan pajak sebesar 5 persen.

“Untuk tahun 2018 BPATB yang kita target 8 milyar, tapi bisa kita capai 10 milyar lebih, maka tahun ini targetnya kita naikkan lagi, mudah-mudahan target tersebut melebihi dari terget-target tersebut,”ungkapnya.

Selain itu, sebut dia, dari target PAD kota Banda Aceh tahun 2018 sebesar 257 Milyar, terealisasi sebesar 229 Milyar atau 89,23 persen. Terdiri dari realisasi dari unit kerja sebesar 126 milyar atau 97 persen dan realisasi dari BLUD sebesar 103 Milyar atau 80,80 persen.

Terkait dengan belum maksimalnya pedapatan dari BLUD, jelas dia, dikarenakan masih belum dibayarnya klaim BPJS pada rumah sakit umum Meuraksa selama tiga bulan terkahir tahun 2018.

“Karena belum kita terima maka belum bisa kita hitung, tapi nanti kalau piutang itu nanti sudah dibayar, maka BLUD rumah sakit meuraksa capaian melebihi target juga,”ungkap Purnama Karya.

Selaian itu, kata dia, sedangkan dari segi pajak hotel yang juga berpotensi mengalami kenaikan pendapatan, dikarenakan semakin meningkatnya tingkat hunian kamar hotel seiring meningkatkan kunjungan wisatawan.

Selain itu juga melakukan pendataan terhadap potensi pajak baru seperti pajak air bawah tanah. “Potensinya besar tapi belum tergarap secara keseluruhan, maka potensi yang ada ini akan kita lakukan pendataan kembali seperti pajak air bawah tanah yang sedang disusun perwalnya, seperti hotel banyak yang sumur bor maka kena juga pajaknya, jadi sebenarnya kenaikan ini masih kecil, dan kedepan kalau ada potensi kita tingkatkan lagi,”sebutnya.

Potensi lain juga terdapat pada Baitul Mal Kota Banda Aeh, meskipun pendapatan pada Baitul Mal akan dikembalikan kepada Baitul Mal tersendiri, namun pendapatan dari Baitul Mal juga masuk dalam hitungan PAD.

“Kalau lebih maksimal, maka pendapatan pada Baitul Mal ini masih sangat besar, kalau kita bandingkan dengan jumlah umat Islam di kota Banda Aceh, maka ini perlu optimalisasi karena potensinya sangat besar,”pungkasnya.(ded/ded)

Komentar

Loading...