Mahasiswa Minta Plt Gubernur Tinjau Lokasi Banjir Agara

Foto:Acehbisnis.com

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMA) melakukan unjuk rasa di halaman kantor Gubernur Aceh, Selasa (08/01/2019). Mereka menuntut Plt. Gubernur Aceh untuk meninjau langsung lokasi banjir di Aceh Tenggara.

“Kami meminta Plt. Gubernur Aceh untuk meninjau langsung lokasi banjir di Aceh Tenggara (Agara), karena mereka menilai pemerintah Aceh dan pemerintah setempat kurang peka terhadap korban banjir di Kabupaten tersebut,”ungkap Koordinator aksi Irwan Syaputra di Banda Aceh.

Padahal, kata dia, banjir bandang di Aceh Tenggara telah menghayutkan puluhan rumah di desa Natam, Lawe Menderung, Kayu Mentangur dan desa lainnya.

“Sudah tiga kali terjadi banjir di Aceh Tenggara, tapi hingga sekarang Pak Plt tidak perna datang untuk melihat kondisi korban banjir disana,”ungkap Irwan dalam orasinya

Selain itu, tambah dia, para mahasiswa juga meminta Pemerintah Aceh segera melakukan rehabilitasi, rekonstruksi dan reboisasi hutan pasca bencana banjir bandang dan menangani kerugian akibat banjir bandang seperti gagal panen, masalah kesehatan dan pendidikan.

Mahiswa juga menuntut pemindahan kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser  (BBTNGL) ke Wilayah Provinsi Aceh untuk memaksimalkan kinerja dalam pengawasan pelestaraian TNGL sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kami juga mengharapkan perhatian Pemerintah Aceh terkait kesejahteraan masyarakat di sekitar Lauser dengan menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat,”paparnya.

Setelah beberapa menit melakukan orasinya, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Rahmad Raden menjumpai mereka dan melakukan dialog dengan perwakilan IPMA untuk membahas lebih lanjut terkait tuntutan mahasiswa.

Dalam dialog tersebut, Rahmad Raden, menyebutkan pemerintah Aceh telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat Aceh Tenggara yang terdampak banjir.

“Plt Gubernur kan tidak hadir kesana fisiknya saja, tapi untuk bantuan tanggap darurat itu sudah disalurkan untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Kemarin itu malahan dilepaskan langsung oleh bapak Plt. Gubernur,”jelas Rahmad.

Bantuan yang disalurkan, kata Rahmad lebih kurang 30 ton sandang pangan melalui BPBA dan 4 truk melalui Dinas Sosial Aceh dan satu tim Kesehatan dari Dinkes Aceh. Dinas Sosial Aceh juga membuka dapur umum yang dilaksanakan Tim Tagan Aceh Tenggara.

Terkait rehab rekon pasca banjir lanjut rahmad akan dilakukan setelah dinas terkait mendata semua data terkait infrastruktur yang rusak akibat banjir. “Tentu ini butuh proses, karena yang paling penting sekarang adalah membantu masyarakat yang tertimpa musibah, setelah itu baru Pemerintah melakukan rehab rekon,” ujar Rahmat.

Rahmad menyampaikan bahwa semua tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam IPMA akan disampaikan kepada Plt. Gubernur Aceh.(ded/ded)

Komentar

Loading...