Aceh akan produksi 63 juta kubik migas per hari

Dokumen. Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan area Blok A PT Medco E&P Malaka di Desa Blang Nisam, Aceh Timur, Aceh, Rabu (7/6). (antara)

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris menyatakan, sebanyak 10 sumur migas di Kabupaten Aceh Timur akan segera dioperasikan dan produksi maksimumnya mencapai 63 juta meter kubik per hari.

"Alhamdulillah PT Medco E&P Malaka di Aceh Timur telah menyelesaikan pengeboran 10 sumur migas dan Inysa Allah minggu depan, BPMA bersama Medco akan menguji kapasitas produksi maksimum 63 juta meter kubik perhari," kata Plt Kepala BPMA, Azhari Idris.

Pernyataan ini disampaikannya pada acara peresmian Kantor BPMA di Jalan Stadion H Dimurthala, Banda Aceh yang dihadiri unsur Forkompinda se-Aceh di Banda Aceh, Senin.

Satu juta meter kubik migas jika dikonversikan ke barel berjumlah 6.289.810,77. Artinya, dari 10 sumur tersebut PT Medco E&P Malaka akan memproduksi migas sebesar 396.258.078,54 barel per hari.

Azhari menyampaikan, pembangunan tiang pancang untuk memproduksi migas di Aceh Timur yang dikelola oleh satuan kerja khusus kegiatan hulu minyak dan gas bumi (SKK migas) pun sudah mencapai 98 persen.

"Fasilitasnya sudah selesai 98 persen dan 100 persen hasil bumi yang kita cintai ini akan dikelola dengan baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh," kata dia.

Ke-10 sumur migas tersebut diyakini memiliki prospek yang cukup bagus untuk dikembangkan dimasa yang akan datang dalam bentuk gas bumi.

Lebih lanjut ia mengaku telah mengajukan rencana pengembangan lapangan gas dari 6-7 kilometer dari lepas pantai Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

"Sampai saat ini kita masih menunggu persetujuan akhir dari Kementerian ESDM agar Lapangan Gas di Lhokseumawe yang akan dikelola oleh PT Zaratex bisa segera kita kembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyrakat Aceh," ujarnya.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh SDM dan Hubungan Kerjasama, Dr Iskandar menyatakan, pihaknya akan melakukan pengelolaan bersama terhadap migas yang ada di laut maupun di darat.

"Pemerintah dan Pemerintah Aceh akan mengelola secara bersama migas yang ada di laut dan di darat untuk peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh," imbuhnya.

Komentar

Loading...