Mantan Kadisbudparpora Pidie Masuk DPO Pidie

Ilustrasi ditangkap.(Foto:liputan6.com)

Banda Aceh - Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie memasukkan mantan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie, Arifin ke dalam daftar pencarian orang (DPO) beserta rekannya atas nama Ibrahim Nyakmad.

Pasalnya, hal ini dilakukan karena keduanya diketahui menghilang sejak Kejari Pidie mengusut kasus yang melibatkan keduanya, yakni dugaan korupsi pengadaan tanah dan trek atletik di kawasan Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie.

Kasi Pidsus Kejari Pidie, Naungan Harahap mengatakan, Arifin dan Ibrahim diketahu menghilang dan diduga melarikan diri saat hendak dijemput oleh petugas di rumahnya. Penjemputan paksa ini dilakukan karena keduanya tak menuruti pemanggilan penyidik yang akan melakukan pemeriksaan.

"Sudah 4 kalo dipanggil melalui surat pemanggilan ke keuchik masing-masing, tetapi keduanya tidak hadir. Jadi terpaksa kita jemput di rumah namun keduanya tidak ditemukan," ujarnya Rabu (5/12/2018).

Ia menjelaskan, Arifin dan Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah dan trek atletik itu sejak 19 Oktober lalu setelah pihak penyidik jaksa menerima hasil audit BPKP Aceh pada 27 September lalu.

"Dari hasil audit, keduanya merugikan negara sebesar Rp 1,186 miliar dari total pagi anggaran sebesar Rp 2,3 miliar. Keduanya terakhir hadir di kantor pada 27 September lalu yang mana saat itu masih diperiksa sebagai saksi," ungkap Naungan.

Kini, pihaknya meminta bantuan pihak Sekda Pidie selaku pembina kepegawaian. Selain itu, penyidik juga akan memantau keberadaan mereka melalui Adhyaksa Monitoring Centre (AMC).

"Sejak 30 November kemarin, keduanya sudah kira tetapkan san masuk dalam daftar DPO," tambah Naungan Harahap.

Komentar

Loading...