Korupsi Proyek Videotron Rp 1,1 Miliar, Mantan Kadishub Aceh Tamiang Ditangkap

ilustrasi videotron

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Polres Aceh Tamiang menangkap mantan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tamiang berinisial SWD sebagai tersangka korupsi pengerjaan proyek videotron. Selain SWD, polisi juga menangkap dua tersangka lainnya yakni SA dan MMI.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian mengatakan, proyek videotron itu dikerjakan pada tahun 2015 lalu dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,1 miliar yang bersumber dari APBK Aceh Tamiang. "Pada proyek ini tersangka SWD selaku pengguna anggaran dan PPK," ujar Kapolres Senin (19/11/2018).

Ia menjelaskan, tersangka merubah Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pengadaan videotron dari nilai Rp 1,049 miliar menjadi Rp 1,2 miliar dan pembuatan HPS itu tidak ada yang bisa dipertanggungjawabkan sesuai aturan.

"Tersangka SWD berperan mengarahkan paket videotron itu untuk dimenangkan melalui lelang oleh tersangka MMI yang merupakan anak tirinya dengan cara mempertemukan MMI dengan tersangka SA selaku Kelompok Kerja IX ULP Aceh Tamiang tahun 2015," jelasnya.

Dalam pengerjaan proyek itu, MMI meminjam CV Artha Kharisma. Selain sebagai tekanan pekerjaan proyek, MMI juga berstatus sebagai pengawas dalam proyek itu.

"Untuk pengawasan, MMI menggunakan CV Serba Karya Consultan sementara seorang saksi bernama Bastian selaku pejabat pengadaan pada Dishub hanya dijadikan sebagai formalitas untuk dapat diterbitkan kontrak pengawasan," kata Kapolres.

Komponen videotron yang didatangkan, lanjut Zulhir, bukan dari distributor PT Batara Elektrindo yang sesuai dengan kontrak. Tetapi komponen yang didatangkan melalui PT Matahari Teknologi Jaya.

"Proses pengadaannya melanggar hukum tentang prinsip dan etika pengadaan sesuai ketentuan Pasal 5 dan 6 Perpres RI Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemerintah," ungkapnya.

Atas perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 469 juta lebih dalam proyek itu. Polisi mengamankan barang bukti berupa sejumlah. Lah dokumen yang didapat dari wilayah Depok, Jakarta, Medan, Banda Aceh dan Dishub Aceh Tamiang sendiri.

"Kita juga menyita uang tunai Rp 65 juta yang dikembalikan tersangka SWD Rp 50 juta dan SA Rp 15 juta. Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor," tambahnya.

Komentar

Loading...