Tgk Jailani : Lembaga Wali Nanggroe Adalah Representasi Ke- Acehan

IMG-20181114-WA0024

Pidie, Aceh Bisnis – Ketua Fraksi Partai Aceh DPRK Pidie, Tgk Jailani HM Yacop menyatakan keberadaan Wali Naggroe adalah representasi dari identitas ke Acehan yang patut dipertahankan.

Ia menilai, Wali Naggroe secara historis adalah simbol perjuangan ,dimana sang deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Teuku Hasan Ditiro mengambil semangat tersebut dan menerjemahkan dalam tranformasi GAM sendiri.

Lebih lanjut Tgk Jailani menjelaskan, wacana menghapus lembaga wali nangroe, adalah wacana untuk menghilangkan identitas keacehan. Merusak tatanan MoU Helsinki dan UUPA, dan wacana menghapus ingatan kolektif tentang sejarah panjang Aceh itu sendiri.

Tak ada gading yang tak retak. Kita menyadari bahwa terdapat kelemahan lembaga Wali Nangroe selama ini dan kita terbuka terhadap seluruh kritik dan serta menjadikan hal itu sebagai koreksi diri.

“Namun bukan berarti kelemahan itu dijadikan alasan atau pintu masuk untuk menghancurkan sejarah dan UUPA,” ujar Tgk Jailani melalui siaran Pers yang diterima media ini, rabu (14/11/18).

Umpama kata, hendak merusak susu sebelanga hanya karena nila setititk apalagi dilakukan dengan cara provokatif oleh seorang anggota DPD, Ghzali Abbas Adan.

Lanjutnya, Cara-cara tersebut tentu saja tak elok bagi pendidikan politik di Aceh dan dilakukan dengan mengasamping hukum UUPA dan meyebar informasi yang bias dan penuh dengan nada yang subjektif serta tendensius, cenderung pula menyerang pribadi seorang Malik Mahmud Alhaytar.

“Kami Mengingginkan lembaga Wali Naggroe dipimpin oleh seorang Malik Mahmud Al-Haytar, karena yang bersangkutan adalah salah seorang yang paham arah dan semangat perjuangan GAM,” ucapnya.

“ Ia yang mewakili GAM untuk menadatangani MoU Helsinki, dan ia pula yang seharusnya mengisi posisi tersebut saat perdamaian, sebab tanggung jawab akan arah pembangunan yang di cita-citakan saat perdamaian ini diisi tidak lepas dari dirinya secara seta merta,” ungkapnya.

Komentar

Loading...