BI akan Terbitkan Surat Utang Syariah

detik726a6b96-e680-467e-b116-7fbb4ac0e022_169

Jakarta, Aceh Bisnis - Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan sukuk atau surat utang syariah. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan ini adalah kali pertama bank sentral menerbitkan sukuk untuk manajemen likuiditas.

Perry mengungkapkan penerbitan ini akan dibahas dalam rapat dewan gubernur (RDG). "Sukuk ini akan digunakan untuk memperkaya instrumen moneter. Jadi nanti penerbitan ini akan menggunakan underlying surat berharga syariah negara (SBSN) yang dimiliki BI," kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Dia menjelaskan nantinya tenor sukuk yang digunakan ini adalah dua minggu, 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan. Perry mengungkapkan penetapan jangka waktu atau jatuh tempo ini agar perputaran dana di pasar uang bisa lebih cepat.

Pada 1 November 2018 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan mampu menerima Rp 1 triliun dari penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu (ritel) secara online (e-SBN).

Utang syariah atau sukuk yang diterbitkan itu bernomor seri ST-002, dan ditawarkan selama 22 hari, yaitu 1-22 November 2018.

Komentar

Loading...