Sengketa Tapal Batas Tanah, Warga 2 Gampong di Pidie Nyaris Bentrok

Warga 2 Gampong di Pidie Nyaris Bentrok. Foto: Istimewa

Pidie, Aceh Bisnis - Masyarakat Gampong Ujong Pie dan Ujong Sagoe di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh terlibat kericuhan. Hal itu dipicu sengketa tapal batas antar 2 gampong tersebut.

Kericuan itu terjadi saat dua warga gampong tersebut saling klaim kepemilikan tanah kosong yang dijadikan sebagai lapangan bola kaki oleh warga Gampong Ujong Pie dan Gampong Sagoe, Kecamatan Muara Tiga.

Aksi protes dan saling klaim kedua belah pihak tersebut telah terjadi sejak pagi tadi, massa dari dua belah pihak yang menggelar protes sempat berselisih tegang dan saling lempar menggunakan batu dan kayu, sehingga kericuan tersebut tidak dapat dielakan.

Beruntung, polisi yang berada di lokasi dapat segera melerai masa dua gampong tersebut dengan melepaskan tembakan ke udara. “Setelah pihaknya melepaskan beberapa tembakan keatas dan gas air mata akhirnya massa mulai meningalkan lokasi tersebut,”kata Kapolres Pidie AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar, Sabtu (20/10).

Di Lapangan bola kaki, kata Kapolres, massa dari kedua gampong saling adu mulut dan nyaris bentrok terkait tapal batas gampong masing-masing. Sebelum jatuh korban jiwa kita bubarkan massa dengan melakukan penembakan peringatan ke udara, dan melepas gas air mati.

Meskipun massa sudah bubar, tapi kata Kapolres Pidie, pihaknya akan tetap mensiagakan ratusan personel Kepolisian di lokasi lapangan bola kaki untuk meningkatkan pengamanan apabila masa kembali kelokasi.

“Sekitar 300 personil gabungan terdiri dari pesonel Polres Pidie, Brimo Polda Aceh dan TNI telah disiagakan dan termasuk mengerahkan mobil Water canon dan Baracuda,”kata AKBP Andi Nugraha kepada wartawan.

Ia juga menyatakan, bahwa massa kedua gampong tersebut kamarin malam sempat bertemu di lokasi lapangan bola kaki dan juga nyaris terjadi bentrok karena isu-isu bahwa gawang telah dirusak.

“Massa kedua gampong dapat dibubarkan oleh Personel Polisi dengan melepaskan tembakan peringatan,”pungkasnya.

Pantauan wartawan dilokasi, sejumlah masyarakat dari kedua belah gampong itu masih terlihat di sekitar lokasi lapangan bola yang menjadi lahan sengketa kedua gampong tersebut.()

Komentar

Loading...