Tgk Anwar Husein: Bayi Penderita Hydrocephalus Butuh Penangan Serius

Foto: Rajudin

Pidie, Aceh Bisnis - Bayi dari pasangan dedi (32) dan Arfah (31), warga Gampong Rawa, Kecamatan Pidie,  menderita penyakit Hydrocephalus. Pasalnya, bayi yang baru lahir 14 hari itu terpaksa dirawat di rumahnya.

Sebelumnya, Arfah yang baru melahirkan sempat dirawat di rumah sakit Tgk Chik di Tiro Sigliselama 4 hari, dan bayinya dirawat selama sepekan. Namun, pihak rumah sakit hanya melakukan penanganan biasa saja, tanpa melakukan Computid Tomography (CT) Scan terhadap penyakit bayi tersebut.

Dedi orang tua bayi tersebut dikediamannya mengatakan, pada awalnya istrinya (Arfah) dirujuk ke rumah sakit Tgk Chik di Tiro Sigli karena hendak bersalin bayi ketiganya.

Saat penanganan persalinan, jelas dia, pihak tim medis terpaksa melakukan operasi untuk mengangkat bayi itu. Kemudian usai operasi baru diketahui kondisi bayinya mengalami pembengkakan dibagian kepala dan membesar.

"Saya tidak tahu, anak saya itu menderita penyakit apa sehingga kepalanya membesar,"kata Dedi, Selasa (16/10/2018) di Pidie.

Dengan kondisi demikian, jelas dia, bayinya itu terpaksa dirawat selama sepekan di rumah sakit. Sedangkan istrinya dirawat slama empat hari usai melahirkan. Namun pihak rumah sakit hanya melakukan penanganan biasa saja, kecuali melakukan penggambaran oleh dokter mengenai jenis penyakitnya.

"Setelah dirawat selama dua minggu, bayi saya, disarankan pihak rumah sakit untuk dibawa pulang. Tapi saya disarankan memeriksanya secara rutin ke puskesmas setempat,"paparnya.

Namun kondisi bayi tersebut yang bernama Khaira Afia kini sangat memprihatinkan, selain kepalanya kian membengkak, juga kepala bagian belakang keluar cairan.

Kondisi bayi tersebut ternyata mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Pidie Tgk Anwar Husein yang menjenguk langsung ke rumah keluarga bayi yang menderita penyakit tersebut.

Tgk Anwar Husein mengatakan, dangan sangat prihatin dan heran, mengapa pihak rumah sakit tidak merawat bayi tersebut secara intensif. Padahal bayi itu menderita penyakit pembengkakan bagian kepala dan perlu penangan medis yang serius dan secara lengkap.

Selain itu, Direktur Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro Sigli, drg. Mohd Riza Faisal. MARS saat dihubungi wartawan melalui telepone genggamnya mengatakan, kondisi bayi tersebut menderita penyakit Hidrocipalus atau pembengkakan kepala akibat penumpukan cairan, penanganannya harus melalui operasi.

Untuk tindakan operasi, kata Mohd Riza Faisal, kita harus memastikan Kondisi kesehatan bayi dulu, setidaknya bayi tersebut sudah berusia 3 bulan kita tunggu sampai kita bisa operasi anak tersebut guna untuk memindahkan penyakit yang di deritanya.()

Komentar

Loading...