Harga BBM Non-subsidi Diprediksi Terus Naik

SPBU (Acehbisnis.com)

Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali mengalami kenaikan seiring dengan naiknya harga minyak dunia.

Ekonom dari institute for development of economics and finance (Indef) Bhima Yudistira memprediksi harga BBM di Indonesia akan terus naik seiring dengan tren kenaikan harga minyak dunia.

"Penyesuaian harga ini diprediksi akan terus berlanjut mengingat harga minyak dunia naik di atas 64 dolar AS per barel dipicu problem kilang di Libya," kata Bhima saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (25/2).

Kenaikan harga ini sebenarnya hanya terjadi pada jenis BBM yang masuk kategori non-subsidi. Salah satu jenis BBM yang mengalami kenaikan harga adalah Pertamax yang porsinya 17,8 persen dari total konsumsi bbm.

Meski begitu, Bhima mengatakan, kenaikan ini tetap akan berpengaruh pada inflasi. "Ada kontribusi, tapi kecil," kata dia.

Jika tren kenaikan harga BBM berlanjut dan terjadi pada jenis Pertalite, Bhima mengatakan, dampaknya pada inflasi akan lebih besar. Sebab, Pertalite memiliki porsi 40,6 persen dari total konsumsi BBM nasional.

"Dampak ke inflasi semakin besar terutama karena penyesuaian Pertalite yang porsinya makin dominan dari total konsumsi BBM," kata ekonom jebolan University of Bradford ini.

Seperti diketahui, mulai Sabtu (24/2) lalu, sejumlah jenis BBM non-subsidi mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data resmi harga BBM non-subsidi terbaru yang disiarkan melalui website resmi Pertamina, kenaikan terjadi pada BBM jenis Pertamax menjadi Rp 8.900 per liter, dari yang semula Rp 8.600 per liter.

Selain itu, Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 10.100 per liter, dari sebelumnya Rp 9.600 per liter. BBM jenis Dexlite naik menjadi Rp 8.100 per liter dan Pertamina Dex menjadi 10 ribu per liter.

Komentar

Loading...